Semangat Literasi Nasional, Ralya Dara Padisa Bersama Penulis Muda Indonesia Hadirkan Karya Antologi Sarat Makna

UINSide- Semangat literasi di tingkat nasional terus menunjukkan tren positif. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya kolaborasi para penulis muda Indonesia yang berhasil menghadirkan tiga karya buku antologi penuh makna. Proses penulisan dan peluncuran karya bersama ini dilakukan secara daring pada 24 Januari 2024 lalu, dengan melibatkan talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Bacaan Lainnya

Salah satu penulis muda yang ikut andil dalam proyek nasional ini adalah Ralya Dara Padisa. Gadis kelahiran Aceh Utara, pada 31 Januari 2005 ini memiliki latar belakang yang cukup menarik. Sebelum memantapkan langkahnya di dunia sastra, Ralya dikenal sebagai remaja yang aktif mengikuti berbagai kompetisi keagamaan. Ia tercatat sempat mengikuti beberapa perlombaan seperti Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) dan Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Namun, terlepas dari pengalamannya di bidang perlombaan tersebut, Ralya akhirnya memilih untuk memfokuskan minat dan bakatnya terjun sepenuhnya ke dunia sastra hingga berhasil melahirkan karya di tingkat nasional.

 

Bagi Ralya, pencapaian dalam proyek nasional ini merupakan langkah awal yang sangat berharga untuk memicu konsistensi dalam berkarya.

 

“Saya berharap tidak hanya berhenti pada penulisan buku antologi bersama, tetapi ke depannya saya juga ingin bisa menulis dan menerbitkan karya sendiri secara solo,” ungkap Ralya saat diwawancarai mengenai harapannya setelah peluncuran buku tersebut.

 

Tidak tanggung-tanggung, setelah sukses menerbitkan tiga karya antologi ini, Ralya menargetkan untuk segera merampungkan dan menerbitkan novel solonya sendiri. Ia juga menyimpan mimpi besar agar karya-karyanya kelak tidak hanya dikenal di tingkat nasional, melainkan mampu menembus dan bersaing di kancah internasional.

 

Melalui pencapaian ini, Ralya juga memberikan motivasi bagi para penulis muda lainnya di Indonesia agar tidak ragu dalam memulai. Menurutnya, hal terpenting adalah berani mencoba dan konsisten mengasah kemampuan, karena setiap penulis besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil.

 

Penulis: Rauzatul Munanza

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *