Kuliah Tetap Jalan, Cuan Pun Datang: Mahasiswi KPI FUAD UIN SUNA Lhokseumawe Bangun UMKM War Mor MBR

UINside – Jannati, mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, membuktikan bahwa kesibukan sebagai mahasiswi bukan alasan untuk diam dan menunggu. Di sela tugas kuliah dan segala kegiatannya, ia memilih mengisi waktu luang dengan hal yang jauh lebih produktif membangun bisnis sendiri dari nol.

Bersama seorang rekannya, Jannati mendirikan usaha kuliner bernama War Mor MBR (Melimpah Berkah Rezeki) pada Januari 2026, bermodal hanya Rp200.000 dari uang jajan yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit.

Bacaan Lainnya

Produk yang mereka tawarkan cukup menarik perhatian, lumpia dengan isian ubi ungu dan pisang dalam berbagai pilihan rasa seperti cokelat, tiramisu, dan matcha, yang mereka beri nama Lumora (Lumpia Ora Rasa). Tidak berhenti di situ, menu seperti risol mentai dan mi mentai pun hadir menyusul dan langsung digemari mahasiswa sekitar kampus.

Usaha yang awalnya hanya berjalan secara online kini sudah berkembang menjadi gerai fisik yang berdiri tepat di depan kampus Bumi Persada Lhokseumawe, sebuah pencapaian yang tidak datang begitu saja.

Sebagai mahasiswi KPI yang jadwal kuliahnya cukup padat, Jannati mengakui tantangan terbesar adalah soal waktu. Semua proses ia jalankan sendiri, sambil tetap mengejar tanggung jawab akademiknya.

Namun justru di situlah ia menemukan prinsip yang ia pegang teguh.

“Saya tidak ingin waktu kuliah hanya habis untuk bersantai atau tidur saja. Kami ingin menghasilkan sesuatu dari keringat sendiri,” ujar Jannati kepada UINside, Selasa (12/5/2026)

Hasilnya tidak main-main. Di tengah kesibukannya merintis bisnis, Jannati tetap berhasil mempertahankan IPK 3,8. Sebuah bukti nyata bahwa aktif di luar kelas justru tidak mengorbankan prestasi akademik, melainkan bisa berjalan beriringan jika dikelola dengan niat dan disiplin yang kuat.

Ke depan, Jannati sudah menyiapkan target berikutnya, dalam enam bulan ke depan ia ingin mulai merekrut karyawan, agar ia bisa lebih fokus mengembangkan usaha ke arah yang lebih besar.

Pesan Jannati untuk mahasiswa lain yang masih ragu untuk memulai sangat lugas:

“Anak muda banyak kebutuhan dan keinginan, jadi jangan gengsi ayo wujudkan semuanya lewat usaha sendiri.”

Dari modal dua ratus ribu rupiah dan keberanian untuk mencoba, Jannati kini menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk mulai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *