Respons Cepat, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Gandeng Damkar Evakuasi Ular Piton di Area Parkir.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama pihak kampus menunjukkan ular yang berhasil dievakuasi di area kampus UIN SUNA LHOKSEUMAWE Fakultas Syariah, Senin, 6 Juli 2026. Kejadian ini sempat menarik perhatian warga kampus sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan dengan aman. Foto: Warga Kampus

Lhokseumawe – Warga Kampus UIN SUNA LHOKSEUMAWE sempat dibuat geger dengan munculnya seekor ular sanca/piton sepanjang sekitar 1,5 – 2 meter di sekitar area Parkiran Gedung Fasya pada Senin, 6 Juli 2026. Beruntung, berkat respons cepat dari pihak kampus dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), situasi dapat segera dikendalikan dengan aman.

Bacaan Lainnya

Kejadian bermula ketika ular tersebut pertama kali terlihat oleh salah seorang Warga Kampus yang sedang melintas. Jenis ular ini memang paling sering dilaporkan masuk ke area pemukiman atau fasilitas publik seperti kampus. Ukurannya tergolong sedang (belum terlalu besar/dewasa), namun sudah cukup untuk membuat warga kampus panik jika dibiarkan berkeliaran. Menyadari adanya potensi bahaya, pihak keamanan kampus segera menghubungi tim Damkar Kota Lhokseumawe untuk meminta bantuan evakuasi.

Tidak butuh waktu lama, sejumlah petugas Damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan tindakan penangkapan menggunakan peralatan khusus. Proses evakuasi berjalan lancar tanpa ada korban luka, dan ular tersebut kini telah diamankan oleh petugas untuk dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari pemukiman.

Usai evakuasi, pihak manajemen kampus menyampaikan apresiasinya kepada tim Damkar pihak manajemen kampus menyampaikan apresiasinya kepada tim Damkar. “Kami berterima kasih atas respons luar biasa cepat dari tim Damkar Lhokseumawe sehingga aktivitas di Kampus bisa kembali berjalan dengan tenang,” ujar Perwakilan Pihak Kampus. bersama petugas Damkar, ia juga mengimbau seluruh civitas akademika agar tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan kampus, terutama di area-area yang lembap atau rimbun. Pihak kampus juga mengingatkan agar mahasiswa atau staf tidak mencoba menangkap hewan liar berbahayam secara mandiri, melainkan segera melaporkannya ke pihak berwenang demi keselamatan bersama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *