PSGA UIN SUNA Lhokseumawe Dorong Mahasantri Ciptakan Lingkungan Ma’had yang Responsif Gender

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN SUNA Lhokseumawe Selenggarakan kegiatan sosialisasi ke ma’had dalam rangka memberikan pengetahuan terhadap para santri akan Peran Mahasantri dalam Menciptakan Lingkungan yg Responsif Gender tepatnya di Ma’had Jami’ah UIN SUNA Lhokseumawe pada selasa malam, 09/06/2026.

Dalam kegiatan ini, Ibu Nurul Hikmah M.pd selaku kepala pusat PSGA langsung yang memberikan materi kepada para mahasantri Ma’had Jami’ah UIN SUNA Lhokseumawe tentang Peran Mahasantri dalam Menciptakan Lingkungan yang Responsif Gender.

Bacaan Lainnya

Sebelum memasuki materi tersebut Ibu Nurul Hikmah memperkenalkan terlebih dahulu apa itu PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak). Setelah itu ibu Nurul Hikmah melakukan ice breaking agar para mahasantri dapat fokus dan tidak mudah cepat bosan mendengarkan materi yang akan disampaikan.

Materi yang di sampaikan ada terbagi 2 yakni tentang kesetaraan gender dan Pelecehan Seksual.

Di acara tersebut Ibu Nurul Hikmah langsung yang menjelaskan tentang apa itu keseteraan gender dan bentuk-bentuk kekerasan seperti kekerasan fisik, sikis, verbal, simbol dan lainnya. Lalu menjelaskan apa itu pelecehan seksual, bagaimana jika kita menjadi korban pelecehan seksual, apa yang harus kita lakukan sebagai saksi pelecehan seksual serta beliau juga menjelaskan apa sanksi yang kita berikan kepada pelaku pelecehan seksual.

Tujuannya dilakukan kegiatan ini agar dapat memahami kesetaraan gender tersebut serta mempunyai kesadaran pada mahasiswa serta mahasantri untuk mencegah akan kekerasan seksual agar tidak terjerumus menjadi korban ataupun pelaku serta meningkatkan pertahanan diri ketika menjadi target kejahatan seksual. Kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari program kerja mereka.

Sosialisasi ini untuk mendorong upaya-upaya pengetahuan akan kesetaraan gender dan bagaimana cara kita untuk melakukan perlawanan terkait pelecehan serta kekerasan seksual terhadap perempuan di seluruh dunia. Juga untuk meningkatkan pemahaman kepada para mahasantri Ma’had Jami’ah dalam mengenai kesetaraan gender, pelecehan seksual yang terjadi dimana saja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *