Melalui Program “Rihlatul Arabiyah”, Prodi PBA UIN Sulthanah Nahrasiyah Lhokseumawe Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tinggi Ilmu Keguruan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Rihlatul Arabiyah: Penguatan Literasi Digital dan Kearifan Lokal melalui Edupreneurship Bahasa Arab bagi Generasi Muda” di Yayasan Ma’had Abdul Lathif, Kamis (11/06/2026). Kegiatan ini melibatkan dosen ibuk J. Nurhawani. M.A dan Dr. Syukran, M.Pd.I selaku dosen pengampu mahasiswa semester 6 PBA sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus praktik pembelajaran mata kuliah Ta’lim Al-Mushaghar.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa memberikan edukasi bahasa Arab kepada anak-anak dengan metode yang menyenangkan dan interaktif. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan nama-nama buah dalam bahasa Arab, percakapan sederhana (muhadatsah), hingga berbagai aktivitas yang dirancang agar peserta lebih mudah memahami kosakata baru.

Bacaan Lainnya

Suasana semakin meriah ketika peserta diajak bermain game edukatif dan bernyanyi bersama menggunakan bahasa Arab. Gelak tawa dan antusiasme anak-anak mewarnai jalannya kegiatan, menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya edukatif tetapi juga menyenangkan.

Dalam kesempatan tersebut, Nafisatuz Dzakirah yang mewakili tim mahasiswa yang terdiri dari Muhammad Heru Suni, Sakinah, Ella Firliza, Risna Zahara, dan Teuku Sultan Syah Alam menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka sebagai calon pendidik. “Melalui kegiatan ini, kami bisa belajar dan membiasakan diri untuk mengajar secara langsung di tengah masyarakat, Pengalaman seperti ini sangat penting bagi kami sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab yang nantinya akan menyandang gelar S.Pd. dan terjun ke dunia pendidikan,” ujar Nafisatuz Dzakirah kepada UinSide.

Melalui kegiatan Rihlatul Arabiyah, mahasiswa tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata yang akan menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka sebagai tenaga pendidik di masa depan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa belajar bahasa Arab dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *