UINside.id, ACEH UTARA – KPM Mandiri Tematik Ekoteologi UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe (UIN SUNA) Kelompok 05 melaksanakan kegiatan ecoprint sebagai salah satu bentuk aksi nyata dalam menerapkan nilai-nilai ekoteologi di Gampong Ulee Pulo, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Rabu (19/08/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program yang mengajak masyarakat dan peserta untuk mengenal lingkungan melalui aktivitas kreatif sekaligus edukatif.
Ecoprint merupakan teknik menghasilkan motif pada kain dengan memanfaatkan bagian tumbuhan, seperti daun, bunga, dan tanaman lainnya. Dalam kegiatan tersebut, bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar dimanfaatkan sebagai sumber warna dan pembentuk motif pada kain. Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu cara sederhana untuk mengenalkan potensi alam tanpa harus menggunakan bahan pewarna sintetis secara berlebihan.
Seluruh anggota KPM Mandiri Tematik Ekoteologi UIN SUNA turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan. Salah satu anggota KPM, Nafaziela Sahputri, ikut terlibat dalam proses pengenalan dan praktik ecoprint bersama peserta. Kegiatan dilakukan dengan memperkenalkan bahan-bahan yang dapat digunakan, kemudian dilanjutkan dengan proses penataan daun dan bunga pada media kain hingga menghasilkan pola yang berasal langsung dari bentuk tumbuhan.
Menurut konsep kegiatan yang diterapkan, ecoprint tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan kain dengan motif yang menarik. Proses tersebut juga menjadi sarana untuk mengamati bagaimana zat warna atau pigmen alami yang terdapat pada tumbuhan dapat berpindah dan terserap ke dalam serat kain. Setiap tumbuhan memiliki karakteristik pigmen yang berbeda sehingga hasil warna dan ketajaman motif yang muncul pada kain juga dapat berbeda.
Perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajaran. Peserta dapat melihat bahwa satu jenis daun atau bunga belum tentu menghasilkan warna yang sama dengan tumbuhan lainnya. Ada tumbuhan yang memberikan warna lebih kuat, sementara jenis lainnya menghasilkan warna yang lebih lembut. Bentuk tulang daun, permukaan daun, serta kandungan pigmen juga dapat memengaruhi motif yang terbentuk.
Kegiatan ecoprint tersebut mendapat sambutan antusias dari istri Geuchik Gampong Ulee Pulo, Hj. Umieniah Sulaiman. Dukungan dan antusiasme tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik. Kehadiran dan keterlibatan masyarakat juga menunjukkan bahwa kegiatan berbasis lingkungan dapat diterima ketika dikemas dalam bentuk yang kreatif dan mudah dipraktikkan.
Bagi KPM Mandiri Tematik Ekoteologi UIN SUNA, ecoprint menjadi salah satu bentuk penerapan gagasan bahwa hubungan manusia dengan alam tidak hanya berbicara mengenai pemanfaatan sumber daya, tetapi juga mengenai tanggung jawab untuk merawat dan menjaganya. Alam menyediakan berbagai kebutuhan dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan manusia, namun pemanfaatannya perlu dilakukan secara bijak dan tidak merusak keseimbangan lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta juga diajak untuk melihat bahwa bahan yang selama ini dianggap sederhana, seperti daun dan bunga yang jatuh di sekitar lingkungan, dapat memiliki nilai guna ketika dimanfaatkan dengan kreativitas. Dengan demikian, tumbuhan tidak hanya dipandang sebagai bagian dari pemandangan, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran mengenai keberagaman alam dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Program ecoprint menjadi salah satu langkah KPM dalam memperkenalkan ekoteologi melalui praktik langsung. Nilai-nilai menjaga alam tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi diwujudkan dalam aktivitas yang dapat dilihat dan dilakukan secara langsung. Peserta dapat belajar mengenai alam, kreativitas, serta proses pemanfaatan bahan alami dalam satu kegiatan.
Dalam tema ekoteologi, segenap mahasiwa mengusung pemilihan proggram ecoprint merupakan ide kreatif dan brilian. Dengan adanya praktik ekoteologi dapat mengedukasi masyarakat melihat sudut pandang dari ekonomi. Sehingga ecoprint yang dihasilkan memiliki value yang dapat menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat. Khususnya anak-anak remaja, dan ibu rumah tangga.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar. Pemanfaatan bahan alami, mengurangi penggunaan bahan sintetis, serta menghargai keberadaan tumbuhan merupakan langkah kecil yang dapat menjadi bagian dari kebiasaan ramah lingkungan.
Dengan menggabungkan unsur kreativitas, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan, ecoprint menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan KPM Mandiri Tematik Ekoteologi UIN SUNA. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa nilai ekoteologi dapat diterapkan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Gampong Ulee Pulo.





