5 Ide Literasi dari Duta Baca UIN SUNA dan Mahasiswa Malaysia di Perpustakaan UIN SUNA

Diskusi bersama Duta Baca UIN SUNA Lhokseumawe Indonesia dan Mahasiswa UIS Malaysia

LHOKSEUMAWE – Duta Baca UIN SUNA kembali menghadirkan kegiatan literasi yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi internasional. Melalui program nonton bareng (nobar) yang digelar di Perpustakaan UIN Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) pada Kamis (2/7/2026), mahasiswa UIN SUNA dan mahasiswa asal UIS Malaysia saling bertukar gagasan mengenai pengembangan budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di ruang perpustakaan tersebut diawali dengan menyaksikan tayangan edukatif bersama. Suasana nobar berlangsung hangat karena diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang memiliki minat terhadap dunia literasi dan pengembangan perpustakaan.

Bacaan Lainnya

Usai sesi nobar, Duta Baca UIN SUNA mengajak seluruh peserta mengikuti diskusi santai. Diskusi ini menjadi momen penting untuk berbagi pengalaman mengenai budaya membaca, pemanfaatan perpustakaan, serta tantangan meningkatkan minat literasi mahasiswa di era digital.

Mahasiswa asal UNIVERSITI ISLAM SELANGOR (UIS), Malaysia, Nur Fatiha Balqis binti Zulkafli, turut membagikan pengalaman mengenai budaya literasi di kampusnya. Ia menjelaskan bahwa perpustakaan tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat mencari referensi akademik, tetapi juga menjadi ruang yang aktif untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan mengembangkan berbagai kegiatan mahasiswa.

Melalui diskusi tersebut, peserta saling bertukar pandangan mengenai berbagai program literasi yang telah dijalankan di masing-masing kampus. Berbagai pengalaman yang dibagikan menjadi inspirasi baru bagi mahasiswa UIN SUNA untuk terus menghadirkan kegiatan yang lebih inovatif.

 

Diskusi bersama Duta Baca UIN SUNA Lhokseumawe Indonesia dan Mahasiswa UIS Malaysia

 

Dari hasil diskusi, terdapat lima ide literasi yang dinilai berpotensi untuk dikembangkan bersama. Pertama, membentuk forum diskusi lintas negara yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Malaysia secara berkala untuk berbagi pengalaman serta membahas isu-isu literasi.

Kedua, memperkuat kolaborasi antar komunitas literasi melalui kegiatan bersama, seperti bedah buku, kelas menulis, hingga seminar yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Ketiga, mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai ruang kolaborasi. Tidak hanya menjadi tempat membaca, perpustakaan juga diharapkan mampu menjadi pusat lahirnya ide, kreativitas, serta inovasi mahasiswa melalui berbagai kegiatan yang bersifat interaktif.

Keempat, memanfaatkan media digital sebagai sarana memperluas gerakan literasi. Pemanfaatan media sosial, podcast, hingga diskusi daring dinilai mampu menjangkau lebih banyak mahasiswa sehingga budaya membaca dapat berkembang mengikuti perkembangan teknologi.

Kelima, membangun jejaring internasional antarmahasiswa melalui program pertukaran ide dan kegiatan literasi bersama. Langkah ini diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkenalkan budaya akademik dari berbagai negara.

Duta Baca UIN SUNA menilai kehadiran mahasiswa Malaysia memberikan perspektif baru dalam merancang program literasi yang lebih kreatif. Beragam pengalaman yang dibagikan membuka peluang untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan minat baca, tetapi juga memperkuat kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi mahasiswa.

Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa budaya literasi dapat berkembang lebih baik apabila didukung dengan ruang diskusi yang terbuka. Melalui pertukaran pengalaman, mahasiswa memperoleh sudut pandang baru yang dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan akademik maupun organisasi.

Selain mempererat hubungan antarmahasiswa, kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kerja sama yang berkelanjutan antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia. Kolaborasi seperti ini diharapkan mampu melahirkan program-program literasi yang lebih inovatif dan berdampak luas.

Melalui kegiatan tersebut, Duta Baca UIN SUNA berharap Perpustakaan UIN SUNA terus berkembang menjadi pusat literasi yang aktif. Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang bertemunya ide, memperluas jejaring internasional, serta melahirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi sivitas akademika UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dan mitra perguruan tinggi di tingkat nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *