Demo JKA dan Sorotan Publik, Ketua BEM PSDKU USK Gayo Lues Berikan Pandangan
UINside_Gelombang demonstrasi terkait revisi Pergub JKA Nomor 2 Tahun 2026 terus menjadi perhatian publik Aceh. Menanggapi hal tersebut, Ketua BEM PSDKU USK Gayo Lues, Indra Syahputra, meberinkan tanggapan pada Minggu, 24/05/2026. Tentang mengapresiasi mahasiswa dan masyarakat yang turun menyuarakan persoalan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
Menurutnya, aksi demonstrasi merupakan hal yang wajar karena JKA sangat dibutuhkan masyarakat Aceh, terutama kalangan kurang mampu. Ia menilai program tersebut menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat sehingga revisi kebijakan memunculkan pertanyaan publik terhadap pemerintah.
“Wajar masyarakat turun ke jalan karena JKA sangat membantu masyarakat Aceh,” ujarnya.
Meski demikian, pihak BEM PSDKU USK Gayo Lues memilih tidak turun langsung ke lapangan dan lebih menempuh jalur audiensi serta dialog. Keputusan tersebut, katanya, merupakan hasil musyawarah organisasi.
“Kami tidak diam. Kami memilih jalur audiensi dan berdialog,” katanya.
Indra juga menyayangkan munculnya tudingan dan asumsi publik terhadap mahasiswa yang tidak ikut aksi. Ia menegaskan bahwa anggapan mengenai adanya suap kepada mahasiswa merupakan tudingan yang tidak berdasar dan justru memperkeruh situasi.
Selain itu, ia menyoroti persoalan data desil (pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi 10 tingkatan dari desil 1-10) dalam kebijakan JKA yang dinilai masih belum tepat sasaran. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya polemik di masyarakat.
Di akhir, Indra berpesan agar mahasiswa dan masyarakat terus mengawal isu JKA hingga tuntutan tercapai. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menyaring informasi sebelum menyebarkannya.
“Kalau punya media sendiri atau media sosial, coba filter dulu berita yang ingin diunggah agar tidak memperkeruh suasana,” tutupnya.





