Bahas Psikologi Remaja, Kajian Ahad Ma’had Abdul Lathif Lhokseumawe Dihadiri Mahasiswi UIN Sultanah Nahrasiyah

Yayasan Ma’had Abdul Lathif yang berlokasi di Jalan H. Limpa, Kutablang, Kota Lhokseumawe, kembali menggelar Kajian Ahad Rutin pada Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan psikolog anak, Zurratul Muna, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber dengan tema “Tumbuh Kembang Remaja: Apa Saja Tahapannya dan Bagaimana Kita Harus Bersikap?”. Acara tersebut dipandu oleh Ustadzah Safrina selaku ketua pelaksana.

Ma’had Abdul Lathif merupakan yayasan pendidikan yang menaungi SMPIT serta berbagai program bimbingan belajar, mulai dari tahfiz dan tahsin Al-Qur’an hingga mata pelajaran umum. Kajian Ahad Rutin menjadi salah satu program unggulan yang secara konsisten menghadirkan pemateri berkompeten dengan topik-topik edukatif dan relevan bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan ini, sejumlah mahasiswi UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe turut membersamai kegiatan tersebut, di antaranya Nafisatuz Dzakirah dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Dhia Salsabila dari Program Studi Tadris Matematika. Keduanya juga merupakan tenaga pendidik di Ma’had Abdul Lathif yang aktif berkontribusi dalam proses pembelajaran di lingkungan yayasan.

Dalam pemaparannya, Zurratul Muna menjelaskan bahwa perkembangan kognitif mulai berkembang pesat ketika anak memasuki masa remaja. Menurutnya, kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak dapat mendorong remaja mencari tempat bercerita di luar rumah, termasuk melalui media sosial dan percakapan daring yang berisiko. Karena itu, orang tua perlu memberikan edukasi mengenai seksualitas, masa baligh, serta kewajiban-kewajiban agama secara bertahap sesuai usia anak. Ia juga menekankan pentingnya membangun kedekatan serta kesepakatan aturan yang sehat antara orang tua dan anak.

Menutup kajiannya, Zurratul Muna mengingatkan pentingnya quality time bersama keluarga agar orang tua dapat menjadi sahabat bagi anak-anaknya. Ia juga mengimbau agar orang tua tidak membandingkan anak dengan orang lain, melainkan fokus pada potensi dan kelebihan yang dimiliki setiap anak guna meningkatkan rasa percaya diri mereka. Pesan tersebut sejalan dengan ungkapan Ali bin Abi Thalib, “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya,” yang menjadi pengingat bagi para orang tua untuk terus menyesuaikan pola pengasuhan dengan perkembangan zaman.

Pos terkait