LHOKSEUMAWE – Suasana riuh dan hiruk-pikuk yang biasanya mewarnai sejumlah warung kopi (warkop) di Kota Lhokseumawe mendadak berubah drastis dalam dua pekan terakhir. Masuknya masa libur semester perkuliahan membuat omzet para pelaku usaha warkop—terutama yang berada di sekitar kawasan kampus—mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan.
Kota Lhokseumawe, yang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Aceh dengan keberadaan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah, kini terasa lebih lengang. Ribuan mahasiswa dari kampus-kampus besar seperti Universitas Malikussaleh (Unimal) dan IAIN Lhokseumawe dilaporkan telah pulang ke kampung halaman masing-masing untuk menikmati masa liburan.
Omzet Turun Drastis Hingga 50 Persen
Sepinya pengunjung sangat dirasakan oleh para pemilik warkop yang selama ini mengandalkan mahasiswa sebagai pelanggan utama mereka. Meja dan kursi yang biasanya penuh oleh mahasiswa yang mengerjakan tugas atau sekadar berkumpul hingga larut malam, kini banyak yang kosong.”Kalau hari kuliah biasa, jam segini susah cari meja kosong. Sekarang bisa dilihat sendiri, sepi sekali. Omzet harian kami turun sampai 50 persen sejak mahasiswa mulai libur semester dan mudik,” ujar Junaidi (31), salah seorang pengelola warkop di kawasan Buket Indah.
Beralih Strategi dan Andalkan Pelanggan Lokal
Untuk menyiasati situasi ini, beberapa pemilik warkop terpaksa memutar otak agar tetap bisa menutupi biaya operasional dan gaji karyawan. Sebagian ada yang mengurangi jam operasional malam, sementara yang lain mencoba merangkul pasar pekerja kantoran dan warga lokal.
Dampak Libur Semester bagi Warkop Sekitar Kampus:
-
Penurunan Omzet: Rata-rata pendapatan harian menurun antara 40% hingga 50%.
-
Pengurangan Stok Bahan Baku: Pembelian biji kopi, susu, dan bahan baku makanan dikurangi untuk mencegah kerugian.
-
Perubahan Jam Operasional: Beberapa warkop memilih tutup lebih awal dari jadwal biasanya karena minimnya pengunjung di atas jam 11 malam.
Para pelaku usaha warkop memprediksi kondisi sepi ini akan bertahan hingga satu atau dua bulan ke depan, sampai tahun ajaran baru dimulai dan para mahasiswa kembali memadati Kota Lhokseumawe.
