UINSide – Sejak proyek Bendungan Krueng Keureuto mulai dikerjakan, Kecamatan Paya Bakong tidak lagi sekadar jalur lintas. Warga sudah berbondong-bondong datang. Ada yang melihat progres, ada yang berburu foto, ada yang sekadar duduk menikmati sore. Puncaknya pada Jum’at,10 Juli 2026, bendungan ini diresmikan secara nasional Oleh Presiden . Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil., S.E., MM. ,hadir langsung mendampingi, bersama jajarannya dan masyarakat. Sejak saat itu arus kunjungan makin deras. Kini Waduk Krueng Keureuto resmi menjadi destinasi wisata baru Aceh Utara, sekaligus tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai sumber irigasi ribuan hektar sawah.
Potensi wisatanya sudah terlihat sejak awal. Hamparan air seluas danau, dikelilingi bukit hijau, dengan udara sejuk khas pegunungan. Saat sunset, pantulan cahaya di permukaan waduk menjadi daya tarik tersendiri. Ini tawaran baru bagi pariwisata Aceh Utara yang selama ini identik dengan laut. Keureuto bisa menjadi paket wisata air tawar. Sekolah bisa widyawisata , keluarga bisa piknik, komunitas bisa camping, petani bisa belajar sistem irigasi modern. Artinya, pasarnya sudah ada. Tinggal bagaimana kita mengisinya.
Namun potensi tanpa tata kelola hanya akan jadi euforia sesaat. Ada 3 pekerjaan rumah besar. Pertama, melengkapi fasilitas dasar. Kabar baiknya, akses jalan menuju Paya Bakong kini sudah bagus. Selanjutnya yang dibutuhkan adalah toilet bersih, tempat sampah, dan penerangan. Wisatawan datang karena penasaran, mereka kembali karena nyaman. Tanpa ini, Keureuto hanya akan jadi tempat singgah lalu dilupakan.
Kedua, beri ruang untuk warga lokal. Pengelolaan area wisata, lapak kecil, dan jasa pendukung bisa diprioritaskan untuk masyarakat Paya Bakong. Dengan begitu ekonomi bisa ikut berputar dan warga merasakan langsung manfaat dari hadirnya waduk ini.
Ketiga, menjaga fungsi utama dan kelestarian. Ini bukan sekadar danau wisata. Ini bendungan vital untuk ketahanan pangan. Harus ada zonasi jelas antara area wisata dan area steril. Pengelolaan sampah harus serius. Kesadaran pengunjung juga perlu dibangun agar tidak merusak sumber air yang menghidupi sawah warga. Jika fungsi irigasinya terganggu, maka manfaat bendungan ini akan hilang.
Proyeknya sudah ada, Pengunjungnya sudah ada, Jalan aksesnya pun sudah bagus. Momentumnya ada di depan mata. Jangan biarkan Waduk Krueng Keureuto hanya menjadi background foto dan konten media sosial. Jadikan ia penggerak ekonomi baru, pusat edukasi, dan kebanggaan warga Paya Bakong. Karena wisata terbaik bukan yang paling ramai, tapi yang paling memberi manfaat jangka panjang. Waduk ini sudah siap jadi tuan rumah. Sekarang giliran kita yang siap menjadi tuan rumah yang baik.
Penulis: Rauzatul Munanza
Editor: Salsabella Rizki
Redaktur: Ralya Dara Padisa
