Area parkir merupakan salah satu fasilitas penting yang menunjang kenyamanan aktivitas di lingkungan kampus. Namun, di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), masih terlihat sejumlah sepeda motor yang diparkir tidak rapi sehingga mengurangi kenyamanan pengguna area parkir.
Pada jam-jam perkuliahan, beberapa kendaraan tampak diparkirkan melewati batas jalan umumnya atau ditempatkan di area yang bukan diperuntukkan sebagai tempat parkir. Kondisi tersebut membuat akses keluar-masuk kendaraan menjadi lebih sulit, terutama ketika mahasiswa hendak meninggalkan kampus setelah perkuliahan selesai.
Menurut penulis, persoalan ini bukan semata-mata disebabkan oleh terbatasnya lahan parkir. Tetapi kurangnya kesadaran sebagian pengguna kendaraan untuk memarkir motor secara tertib juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Padahal, memarkir kendaraan sesuai aturan merupakan bentuk kepedulian terhadap hak dan kenyamanan orang lain.
Kerapian parkir mencerminkan budaya disiplin di lingkungan akademik. Kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membangun karakter, termasuk membiasakan sikap tertib dalam hal-hal sederhana.
Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara mahasiswa dan pihak fakultas untuk menciptakan area parkir yang lebih teratur. Mahasiswa diharapkan membiasakan diri memarkir kendaraan sesuai tempat parkir yang telah disediakan, sementara pihak fakultas dapat memperkuat sosialisasi dan pengawasan agar ketertiban parkir terus terjaga.
Dengan meningkatnya kesadaran bersama, area parkir di FUAD dapat menjadi lebih rapi, aman, dan nyaman sehingga mendukung terciptanya lingkungan kampus yang tertib dan mencerminkan nilai-nilai kedisiplinan.
