Mahasiswi KPI UIN SUNA Lhokseumawe Jadi Pelatih Sanggar Seni SMKN 6, Langkah Tepat Dekatkan Budaya pada Remaja

UINSide – Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Delia Ridha Amanda, menorehkan prestasi membanggakan dengan dipercaya menjadi pelatih di Sanggar Seni SMK Negeri 6 Lhokseumawe di bawah pengawasan dan tanggung jawab Ibu Yuni selaku penanggung jawab Sanggar Seni SMKN 6 Lhokseumawe pada Sabtu (21/11/2025).

Kegiatan latihan berlangsung pada pukul 14.00 WIB, bertempat di aula SMK Negeri 6 Lhokseumawe, kiprah mahasiswi semester 6 ini membuktikan bahwa anak muda mampu mengambil peran penting dalam pelestarian budaya lokal sejak dini. Sebelum dipercaya memegang tongkat kepelatihan ini, Delia sendiri dikenal sebagai mahasiswi yang aktif dan sarat prestasi di bidang seni tradisi. Ia tercatat pernah menjuarai beberapa kompetisi tari tradisional tingkat regional serta aktif dalam berbagai pagelaran budaya daerah. Rekam jejak inilah yang semakin memperkuat alasan pihak sekolah untuk memercayakan masa depan sanggar seni mereka di bawah arahannya.

Bacaan Lainnya

Langkah SMK Negeri 6 Lhokseumawe memilih Delia sebagai pelatih merupakan sebuah keputusan yang sangat tepat. Di tengah gempuran tren modernisasi yang sering kali membuat remaja antipati terhadap budaya sendiri, kehadiran figur pelatih yang juga seorang mahasiswi muda membawa angin segar. Pendekatan antargenerasi ini diyakini jauh lebih efektif karena Delia bisa memosisikan diri sebagai kakak sekaligus mentor yang memahami dinamika psikologi remaja sekolah.

Sebagai mahasiswi KPI, Delia dinilai memiliki modal kuat dalam hal komunikasi publik. Keahlian ini sangat krusial dalam melatih seni pertunjukan, di mana seorang pelatih tidak hanya dituntut menguasai gerakan atau teknis, tetapi juga harus mampu mentransfer rasa, kedisiplinan, dan rasa percaya diri kepada para siswa.

Dengan dimulainya program latihan ini, Delia mengungkapkan harapan besarnya agar sanggar seni ini dapat menjadi rumah kreatif bagi para siswa untuk mengenal lebih dalam akar budaya mereka. Ia ingin membuktikan bahwa mencintai tradisi bukanlah hal yang kuno, melainkan sebuah kebanggaan.

Senada dengan hal tersebut, para siswa SMK Negeri 6 Lhokseumawe menyambut kehadiran pelatih baru mereka dengan antusiasme tinggi. Mereka berharap, di bawah bimbingan Delia, Sanggar Seni SMKN 6 tidak hanya menjadi tempat menyalurkan hobi, tetapi juga mampu mengasah bakat mereka hingga siap bersaing dan menorehkan prestasi dalam berbagai festival seni, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Keterlibatan aktif mahasiswa di dunia sekolah seperti ini seharusnya menjadi contoh nyata. Institusi pendidikan tinggi tidak boleh menjadi menara gading; ilmu yang didapat di bangku kuliah sudah sepatutnya langsung diabdikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, khususnya dalam membina generasi muda di tingkat sekolah menengah.

Kegiatan sanggar seni di SMK Negeri 6 Lhokseumawe ini diharapkan tidak sekadar menjadi aktivitas ekstrakurikuler formalitas belaka. Dengan nakhoda baru dari kalangan mahasiswi kreatif, sanggar ini punya peluang besar untuk bertransformasi menjadi wadah yang melahirkan prestasi-prestasi baru di bidang seni, sekaligus membentengi karakter siswa melalui nilai-nilai luhur kebudayaan.

 

PENULIS : Ralya Dara Padisa

Pos terkait