Lhokseumawe – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, kelompok 12 Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe tahun 2026 menggelar kegiatan “Sosialisasi Mitigasi Kebencanaa” dengan mengusung tema “Satu Langkah Siaga, Sejuta Harapan Selamat”. Kegiatan ini berlangsung pada (Kamis, 6 Agustus 2026), bertempat di Desa Meunasah Dayah, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja Kelompok 12 KPM Mandiri UIN SUNA 2026 yang bertujuan membangun budaya sadar bencana sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar. Sosialisasi dihadiri oleh perangkat Desa Meunasah Dayah, tokoh masyarakat, serta warga yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Pada kesempatan tersebut, ibu Zainab Maryati, S.Psi. selaku staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe, hadir sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, serta keterlibatan aktif masyarakat. Beliau juga menjelaskan bahwa penanggulangan bencana memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana hingga regulasi daerah yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
Materi Yang disampaikan mencakup pengertian bencana, sejarah kejadian bencana di Kota Lhokseumawe, serta tahapan penanggulangan bencana yang meliputi fase Pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan melalui prinsip Knowing, Planning, Preparing, dan Practicing, sehingga masyarakat memiliki pengetahuan, perencanaan, persiapan, serta latihan yang memadai sebelum menghadapi situasi darurat.
Selain itu, narasumber memberikan penjelasan mengenai mitigasi bencana banjir sebagai salah satu ancaman hidrometeorologi yang kerap terjadi. Peserta diajak memahami penyebab banjir, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan masyarakat dalam melindungi diri, keluarga, maupun lingkungan sekitar ketika menghadapi kondisi darurat.
Tidak hanya itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan konsep “Manajemen Bencana Gampong”, yang meliputi penyusunan sistem peringatan dini, pemetaan daerah rawan bencana, penentuan jalur dan titik evakuasi, hingga pembentukan Satgas Siaga Bencana di tingkat desa. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun desa yang tangguh dan mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 12 KPM Mandiri UIN SUNA 2026 berharap masyarakat Desa Meunasah Dayah semakin memahami pentingnya mitigasi kebencanaan sebagai investasi keselamatan di masa depan. Tema “Satu Langkah Siaga, Sejuta Harapan Selamat” menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu kebencanaan serta komitmen bersama untuk menciptakan Desa Meunasah Dayah sebagai desa yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana
