UINSide.id, Aceh Utara – Kuliah Pengabdian Masyarakat Mandiri Kelompok 10 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menutup rangkaian pengabdian di Desa Geuleumpang Pirak, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, melalui kegiatan MTQ antar-dusun dan perlombaan rakyat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari itu dipusatkan di *Meunasah Desa Geuleumpang Pirak*. Puncak acara MTQ digelar selama *3 malam* dan ditutup pada *Selasa, 18 Agustus 2026 ba’da Isya*.
Panitia melombakan *4 cabang* dalam MTQ tersebut, yakni *Hafalan Doa Sehari-hari, Hafalan Ayat Pendek, Azan, dan Tilawatil Qur’an*. Selain MTQ, berbagai perlombaan juga digelar untuk menyemarakkan suasana kemerdekaan.
Sejak awal, masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Anak-anak menjadi peserta paling aktif dalam perlombaan. Sementara MTQ menjadi wadah bagi warga untuk menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.
Ketua KPM Mandiri Kelompok 10, Muhammad Agha Alfaysal, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa di tengah masyarakat.
“Kami sangat bersyukur karena masyarakat memberikan sambutan dan dukungan yang luar biasa. Kami datang ke desa bukan hanya untuk menjalankan program, tetapi juga untuk belajar dari masyarakat dan membangun kebersamaan. Semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat dan meninggalkan kenangan yang baik,” ujarnya, Rabu (20/8/2026).
Apresiasi disampaikan Sekretaris Desa Geuleumpang Pirak, Khairul Mushadi*. Ia menilai kehadiran mahasiswa KPM membawa dampak positif bagi kegiatan kemasyarakatan di desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KPM Kelompok 10. MTQ dan perlombaan seperti ini sangat bagus untuk anak-anak karena memberikan kegiatan positif sekaligus mempererat hubungan masyarakat dengan mahasiswa. Kami berharap silaturahmi ini tetap terjaga meskipun masa KPM sudah selesai,” katanya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), *Dr. Usammah M.Hum.*, juga memberikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di masyarakat.
“Saya melihat adanya kerja sama dan kekompakan dalam pelaksanaan kegiatan. Mudah-mudahan pengalaman selama KPM ini dapat membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih peka, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan pembagian piala dan hadiah kepada para pemenang MTQ 4 cabang dan pemenang lomba HUT RI. Bagi mahasiswa KPM, penutupan ini menjadi akhir dari program sekaligus awal dari hubungan baik yang terjalin dengan warga Desa Geuleumpang Pirak.





