Aceh Tengah, 13 Agustus 2026 — Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 14 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang berposko di Kampung Burni Bius Baru, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. Pada Kamis, 13 Agustus 2026, mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 14 turun langsung mengunjungi warga korban kebakaran di Jagong Jeget yang mengalami musibah pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Selain menyalurkan donasi berupa alat tulis untuk anak-anak, mahasiswa KPM juga melaksanakan kegiatan trauma healing sebagai upaya memberikan dukungan psikososial sederhana kepada anak-anak yang terdampak musibah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa didampingi oleh Bapak Reje Kampung Burni Bius Baru dan Bapak Camat Silih Nara. Bersama-sama, rombongan mengunjungi tenda-tenda tempat warga korban kebakaran sementara tinggal. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa bantuan secara materi, tetapi juga berusaha menghadirkan suasana yang lebih ceria bagi anak-anak di tengah kondisi yang masih penuh keterbatasan.
Kegiatan trauma healing dipandu oleh Nurul Hafni dan didampingi oleh rekan-rekan mahasiswa KPM Kelompok 14. Anak-anak diajak bernyanyi, bermain, bercanda, dan berinteraksi bersama. Suasana perlahan menjadi lebih hangat ketika anak-anak mulai ikut bernyanyi dan bermain bersama mahasiswa. Setelah permainan, anak-anak kemudian diajak menggambar. Mereka diberikan alat tulis yang telah disiapkan oleh mahasiswa dan diberi kebebasan untuk menuangkan perasaan serta imajinasi melalui gambar. Kegiatan menggambar tersebut menjadi salah satu cara sederhana untuk mengajak anak-anak mengekspresikan diri sekaligus mengalihkan perhatian mereka sejenak dari pengalaman sulit yang baru saja mereka alami.
Para mahasiswa mengatakan bahwa trauma healing sederhana tersebut bukan sekadar permainan, tetapi merupakan bentuk perhatian kepada anak-anak agar mereka merasa ditemani dan tidak menghadapi masa sulit seorang diri.
“Kami ingin anak-anak tahu bahwa mereka tidak sendiri. Hari ini mungkin mereka kehilangan rumah dan mengalami kejadian yang tidak mudah, tetapi masih ada banyak orang yang peduli dan ingin melihat mereka kembali tersenyum. Semoga melalui kegiatan kecil ini, anak-anak bisa sedikit lebih tenang, kembali bermain, dan memiliki semangat untuk menjalani hari-hari berikutnya,” ujar Nurul Hafni.
Ketua KPM Mandiri Kelompok 14, Eri Andhika, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa di lokasi korban kebakaran merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat. Menurutnya, bantuan tidak selalu harus dalam jumlah besar, karena perhatian, kebersamaan, dan dukungan moral juga sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang memberikan bantuan berupa alat tulis, tetapi tentang bagaimana kita hadir dan membersamai masyarakat ketika sedang berada dalam masa sulit. Kami berharap anak-anak dapat kembali tersenyum, bermain, belajar, dan perlahan bangkit dari pengalaman yang mereka alami. Semoga bantuan kecil dari KPM Kelompok 14 dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari semangat untuk bangkit bersama,” ungkap Eri Andhika.
Sementara itu, Bapak Reje Kampung Burni Bius Baru menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KPM yang turut hadir membantu masyarakat korban kebakaran. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan semangat kepada para korban, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan setelah mengalami musibah.
“Harapan kami, anak-anak dan seluruh keluarga yang terkena musibah dapat diberikan kekuatan dan ketabahan. Semoga mereka tidak terus larut dalam kesedihan dan dapat kembali menjalani kehidupan dengan semangat. Kami juga berharap kepedulian seperti ini terus menjadi penguat bagi masyarakat, sehingga para korban mengetahui bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan ini,” harap Bapak Reje.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Senyum dan tawa anak-anak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan. Di akhir kegiatan mahasiswa membagikan jajanan dan Snack untuk anak anak sebagai bentuk apresiasi karena telah berantusias mengikuti kegiatan trauma healing. Meskipun sederhana, kebersamaan yang dibangun mahasiswa KPM memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain, berekspresi, dan menikmati waktu bersama di tengah kondisi pengungsian.
Bagi mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 14, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program kerja, tetapi juga melalui kehadiran, kepedulian, dan kemauan untuk mendengarkan serta membersamai masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, KPM Mandiri Kelompok 14 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe berharap agar masyarakat korban kebakaran Jagong Jeget diberikan kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan. Semoga segala kesulitan yang sedang dihadapi dapat segera berlalu, anak-anak dapat kembali belajar dan bermain dengan ceria, serta kehidupan masyarakat dapat berangsur-angsur pulih dan kembali berjalan seperti sediakala.
“Hari ini mungkin penuh dengan luka, tetapi selalu ada harapan untuk kembali tersenyum dan bangkit bersama.”





