Ziarah ke Makam Sultan Malik Al-Salih, Mahasiswa KPI UINSUNA Belajar Jejak Awal Peradaban Islam di Nusantara

UINSide – Sebanyak 5 mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam KPI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melakukan ziarah edukatif ke Makam Sultan Malik Al-Salih di Kompleks Makam Raja-raja Samudera Pasai, Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengingat dan mengenal sejarah Islam di Nusantara. Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia yang berdiri sekitar abad ke-13 Masehi. Sultan Malik Al-Salih atau Meurah Silu adalah raja pertama kerajaan tersebut dan wafat pada 1297 M. Beliau dikenal sebagai tokoh penting penyebar Islam di Asia Tenggara dan namanya diabadikan pada mata uang emas pertama Nusantara, “Dirham Sultanah”.

Bacaan Lainnya

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama di depan makam. Para mahasiswa tampak khusyuk memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan dan keteladanan kepada tokoh penyebar Islam tersebut.

Selama ziarah, para mahasiswa juga mendapatkan penjelasan langsung dari juru kunci makam mengenai sejarah berdirinya Samudera Pasai, peran Sultan Malik Al-Salih dalam dakwah Islam, serta bukti-bukti peradaban seperti batu nisan kuno bercorak Gujarat dan Gujarat-Aceh.

“Kami sudah berziarah ke makam Sultan Malikussaleh dan ada bapak-bapak di situ menjelaskan tentang sejarah-sejarah. Kita sebagai penerus harus mengetahui mengenai sejarah Islam,” ujar Tyzhar Kamaludin, salah satu peserta ziarah.

Bagi mahasiswa KPI, ziarah ini menjadi pembelajaran lapangan yang penting. Datang langsung ke situs sejarah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa dakwah Islam di Nusantara tidak datang begitu saja, melainkan melalui perjuangan para pendahulu.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keislaman, cinta sejarah, dan kebanggaan terhadap warisan peradaban Islam di Aceh pada mahasiswa KPI UIN Sultanah Nahrasiyah.

Penulis: Rauzatul Munanza

Editor: Salsabella Rizki

Fotografer: Raushan Fikri

Redaktur: Ralya Dara Padisa

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *