Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terus memperhatikan dan mewadahi berbagai potensi mahasiswa. Tidak hanya skill dalam pengembangan akademik, namun juga melalui soft skill mahasiswa di bidang seni & budaya melalui Sanggar Asai Nanggroe.
Sanggar Asai Nanggroe sudah berdiri sejak Agustus 2025 (8/2025) lalu. Sanggar ini sendiri digagas melalui sebuah ide dan harapan wakil dekan 3 FUAD terdahulu yaitu Dr. Abdul Mugni, M.A, bersamaan dengan komitmen Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) FUAD. Yang mana dengan adanya kehadiran Sanggar diharapkan sebagai ruang kreatifitas baru dalam mewadahi bakat para mahasiswa selingkup FUAD.
Seiring berjalannya waktu, atas pergantian posisi Wakil Dekan 3 FUAD, dibawah Dr. Rizqi Wahyudi, M.Kom.I, sanggar asai nanggroe juga melakukan progres yang cepat dan presisi. Namun demikian, sampai saat ini sanggar asai nanggroe belum memiliki administrasi yang jelas dan hal itu menjadi sebuah keluhan yang disampaikan para mahasiswa yang tergabung dalam sanggar asai nanggroe.
Koordinator Sanggar, Rifqi mengungkapkan bahwasannya sejauh ini kesulitan yang dialami oleh sanggar ialah akses administrasi “sejauh ini sanggar sudah berjalan baik, kami juga sudah tampil diberbagai kegiatan kampus, namun kami tidak mau hanya berhenti disitu kami ingin bakat yang sudah kami kelola ini mampu tidak hanya tampil di dalam kampus melainkan juga tampil di event-event yang ada di luar kampus, maka dari itu kami sangat butuh administrasi yang jelas dengan pembuatan SK dari Fakultas” Kata Rifqi
Sanggar Asai Nanggroe sendiri sudah memiliki struktural kepenguran dan anggota sebanyak 10 orang “kami yang tergabung disini, memiliki visi & misi yang sama yaitu untuk kemajuan fuad dengan adanya pengembangan soft skill mahasiswa fuad, jadi kami berharap dengan ruang kreasi baru ini, mampu di ikuti dan diteruskan antar lintas generasi angkatan mahasiswa fakultas ushuluddin adab dan dakwah” ucap Putri, salah satu dari pengurus sanggar.
Dengan potensi kuantitas dan kualitas mahasiswa FUAD, diharapkan sanggar ini tetap mampu berdiri dan berjalan seiring waktu sebagai bentuk kepedulian FUAD dalam mengembangkan dan mewadahi bakat mahasiswa.





