UINSide.id, Karo – Suasana sore di Desa Penampen diisi dengan kegiatan pengajian bersama anak-anak. Kegiatan rutin tersebut menjadi salah satu aktivitas keagamaan yang dilakukan untuk membantu anak-anak belajar dan memahami dasar-dasar ilmu agama sejak dini.
Kegiatan pengajian berlangsung dalam suasana yang sederhana dan penuh keakraban. Anak-anak berkumpul untuk mengikuti pembelajaran keagamaan bersama, sementara mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 19 UIN Sultanah Nahrasiyah turut hadir untuk mendampingi jalannya kegiatan.
Kehadiran mahasiswa KPM memberikan suasana berbeda dalam kegiatan pengajian. Selain mengikuti proses pembelajaran, mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan anak-anak, membantu ketika mereka mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an maupun mengingat doa-doa yang dipelajari.
Pendampingan tersebut dilakukan dengan cara yang santai dan dekat dengan keseharian anak-anak. Mahasiswa berusaha menciptakan suasana belajar yang tidak terlalu kaku sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman. Interaksi antara mahasiswa dan anak-anak juga terlihat melalui kegiatan belajar bersama serta percakapan sederhana di sela-sela pengajian.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan pembelajaran membaca Al-Qur’an, doa-doa, serta berbagai materi keagamaan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Pembelajaran dilakukan secara bertahap agar anak-anak dapat memahami materi dengan baik dan tidak merasa terbebani selama mengikuti pengajian.
Bagi anak-anak, kegiatan pengajian tidak hanya menjadi waktu untuk belajar agama, tetapi juga menjadi ruang untuk berkumpul dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya. Suasana yang akrab membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan. Anak-anak pun mengikuti kegiatan dengan antusias dan menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang diberikan.
Sementara itu, bagi mahasiswa KPM Kelompok 19, keterlibatan dalam pengajian menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah kegiatan masyarakat tidak hanya bertujuan untuk menjalankan program kerja, tetapi juga membangun hubungan dan kebersamaan dengan warga selama pelaksanaan KPM di Desa Penampen.
Pendidikan keagamaan sejak usia dini dinilai penting dalam membantu anak-anak mengenal nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan pengajian yang dilakukan secara rutin, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mempelajari ajaran agama secara lebih terarah.
Kegiatan seperti membaca Al-Qur’an dan menghafal doa juga menjadi bagian dari proses pembentukan kebiasaan positif. Anak-anak tidak hanya diajak untuk mengetahui materi keagamaan, tetapi juga diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun ketika berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Kehadiran mahasiswa KPM turut memberikan dukungan dalam proses tersebut. Dengan mendampingi anak-anak secara langsung, mahasiswa dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif. Pendampingan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat aktivitas masyarakat Desa Penampen, khususnya kegiatan yang melibatkan anak-anak.
Di sisi lain, kegiatan pengajian ini menunjukkan bahwa pembelajaran agama dapat berlangsung melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Tidak selalu membutuhkan kegiatan yang besar, pembiasaan belajar agama secara rutin dapat menjadi bagian penting dalam membangun karakter anak sejak dini.
Pengajian sore juga menjadi salah satu aktivitas positif yang mengisi waktu anak-anak. Di tengah berbagai aktivitas dan perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak, keberadaan kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang bagi mereka untuk belajar, berinteraksi, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai agama.
Bagi mahasiswa KPM Kelompok 19, pengalaman mendampingi pengajian memberikan pembelajaran tersendiri. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga belajar memahami karakter anak-anak, membangun komunikasi yang baik, serta menyesuaikan cara penyampaian materi dengan usia dan kemampuan mereka.
Interaksi tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan yang baik antara mahasiswa KPM dengan anak-anak dan masyarakat Desa Penampen. Kehadiran mahasiswa selama masa pengabdian diharapkan dapat memberikan manfaat, meskipun melalui kegiatan sederhana yang dilakukan bersama masyarakat.
Pengajian rutin setiap sore di Desa Penampen diharapkan dapat terus menjadi kegiatan positif bagi anak-anak. Dengan adanya kegiatan tersebut, anak-anak memiliki ruang untuk memperdalam pengetahuan agama sekaligus membangun kebiasaan belajar yang baik sejak usia dini.
Selain memberikan manfaat bagi anak-anak, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa KPM dan masyarakat. Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan menjadi bagian dari pengalaman pengabdian mahasiswa selama berada di Desa Penampen.
Melalui pendampingan dalam kegiatan pengajian, KPM Kelompok 19 UIN Sultanah Nahrasiyah berupaya mengambil bagian dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakat. Sederhana namun bermakna, kebersamaan di sore hari tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat.
Kegiatan pengajian diharapkan dapat terus berjalan secara rutin dan menjadi bagian dari keseharian anak-anak Desa Penampen. Dengan dukungan masyarakat serta pendampingan dari berbagai pihak, kegiatan keagamaan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membantu menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda sejak dini.
